INDIVIDU, PEKERJAAN DAN MSDM YANG EFEKTIF


INDIVIDU
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil.

KINERJA  INDIVIDU
kinerja individu adalah hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab yang diberikan
Faktor – faktor yang mempengaruhi kinerja individu :
Menurut Mangkunegara (2000) menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kinerja individu antara lain :
a.     Faktor kemampuan Secara psikologis kemampuan (ability) pegawai terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan realita (pendidikan). Oleh karena itu pegawai perlu dtempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahlihannya.
b.     Faktor motivasi Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) seorang pegawai dalam menghadapi situasi (situasion) kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan diri pegawai terarah untuk mencapai tujuan kerja. Sikap mental merupakan kondisi mental yang mendorong seseorang untuk berusaha

KONFLIK
Konflik adalah suatu pertentangan yang terjadi antara apa yang diharapkan oleh seorang terhadap dirinya, orang lain, orang dengan kenyataan apa yang diharapkan (Mangkunegara, 2001).
Macam – macam konflik :
1.     Konflik dalam diri individu (conflik within the individual), yaitu konflik yang terjadi karena memilih suatu tujuan yang saling bertentangan, atau karena suatu tuntutan tugas yang terlampau banyak untuk di tinggalkan
2.     Konflik antar-individu (conflik among individual), yaitu suatu konflik yang terjadi karena adanya suatu perbedaan kepribadian antara individu yang satu dengan individu yang lainnya.
3.     Konflik antar individu dan kelompok (conflik among individual and groups), yaitu suatu konflik yang terjadi karena terdapat suatu individu yang gagal beradaptasi dengan norma-norma kelompok dimana tempat dia bekerja.
4.     Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama (conflik among groups in the same organization) yaitu suatu konflik yang terjadi karena setiap kelompok mempunyai tujuan tersendiri dan berbeda yang ingin di capai.
5.     Konflik antar organisasi (conflik among organization), yaitu suatu konflik yang terjadi karena suatu tindakan yang dilakukan oleh anggota organisasi yang menimbulkan suatu dampak negatif bagi anggota organisasi lain.
6.     Konflik antar individu dalam organisasi yang berbeda (conflik among individual in different organization), yaitu suatu konflik yang terjadi karena sikap atau perilaku dari anggota organisasi yang berdampak negatif anggota organisasi lain.

MOTIVASI INDIVIDUAL
Motivasi adalah dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan. Motivasi dapat membuat keadaan dalam diri individu muncul, terarah, dan mampu mempertahankan perilaku. 
Motivasi dapat menjadi penyebab perilaku setiap individu. Menurut Woodhwort ada  terdapat 3 karakteristik yang mendukung pernyataan tersebut, yaitu:
§  intensitas; menyangkut lemah dan kuatnya dorongan sehingga menyebabkan individu berperilaku tertentu;
§  pemberi arah; mengarahkan individu dalam menghindari atau melakukan suatu perilaku tertentu; dan
§  persistensi atau kecenderungan untuk mengulang perilaku secara terus menerus.
Motivasi sudah jelas sangat diperlukan dalam diri setiap orang, selain untuk menghilangkan kejenuhan, juga untuk bisa meraih segala sesuatu yang dicita-citakannya. Motivasi / dorongan harus selalu tumbuh dalam setiap individu. Untuk itu, ada dua sumber motivasi yaitu
1. Motivasi Internal yaitu motivasi dari dalam diri, dari perasaan dan pikiran diri sendiri, tidak perlu adanya rangsangan dari luar. Orang yang memiliki motivasi internal, akan memandang dirinya secara positif. 
2. Motivasi eksternal yaitu motivasi dari luar atau mendapatkan rangsangan dari luar.

PEKERJAAN
Pekerjaan adalah suatu hubungan yang melibatkan dua pihak antara perusahaan dengan para pekerja/karyawan. Para pekerja akan mendapatkan gaji sebagai balas jasa dari pihak perusahaan, dan jumlahnya tergantung dari jenis profesi yang dilakukan.
Tujuan pekerjaan  :
Tujuan bekerja yang dapat dibilang paling dasar adalah mencari pendapatan atau nafkah untuk menjalani kehidupan yang layak

PENGGUNAAN TIM DALAM PEKERJAAN
Tim adalah suatu unit yang terdiri atas dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mengoordinasi kerja mereka untuk tujuan tertentu. Definisi ini memiliki tiga komponen. Pertama, dibutuhkan dua orang atau lebih. Kedua, orang – orang dalam sebuah tim memiliki interaksi regular. Ketiga, orang – orang dalam sebuah tim memiliki tujuan kinerja yang sama.
Jenis Tim dalam pekerjaan :
§  Tim Formal. Tim formal diciptakan oleh organisasi sebagai bagian dari struktur formal organisasi.
§  Tim Vertikal. Tim vertikal terdiri dari seorang manajer dan para bawahannya dalam rantai komando formal.
§  Tim Horizontal. Tim horizontal terdiri atas karyawan – karyawan dari tingkat hierarkis yang hamper sama, tetapi dari bidang keahlian yang berbeda
§  Tim dengan Tujuan Khusus. Tim dengan tujuan khusus adalah tim yang diciptakan diluar organisasi formal untuk mengerjakan proyek kepentingan atau kreatifitas khusus.
§  Tim dengan Kepemimpinan Mandiri. Tim yang dibentuk dalam satu departemen yang sama dan anggotanya adalah karyawan untuk mendiskusikan cara-cara peningkatan kualitas, efisiensi dll.

KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN
kepuasan kerja adalah sikap atau perasaan karyawan terhadap aspek-aspek yang menyenangkan atau tidak menyenangkan mengenai pekerjaan yang sesuai dengan penilaian masing-masing pekerja.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja :
    1. Pekerjaan itu sendiri (Work It self)
    2. Atasan(Supervision)
    3. Teman sekerja (Workers)
    4. Promosi(Promotion)
    5. Gaji / Upah(Pay)
   Aspek-aspek lain yang terdapat dalam kepuasan kerja:
   1.Kerja yang secara mental menantang,Kebanyakan Karyawan menyukai pekerjaan-pekerjaan yang memberi mereka kesempatan untuk menggunakan keterampilan dan kemampuan mereka dan menawarkan tugas
   2.Ganjaran yang pantas, Para karyawan menginginkan sistem upah dan kebijakan promosi yang mereka persepsikan sebagai adil,dan segaris dengan pengharapan mereka. Pemberian upah yang baik didasarkan pada tuntutan pekerjaan, tingkat keterampilan individu, dan standar pengupahan
   3.Kondisi kerja yang mendukung,Karyawan peduli akan lingkungan kerja baik untuk kenyamanan pribadi maupun untuk memudahkan mengerjakan tugas. 
   4.Rekan kerja yang mendukung, Orang-orang mendapatkan lebih daripada sekadar uang atau prestasi yang berwujud dari dalam kerja. 

MSDM YANG EFEKTIF
Manajemen sumber daya manusia ( MSDM ) adalah suatu proses yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pemimpin dan pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan, pengadaan, pengembangan, kompensasi, promosi, dan pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan yang ditetapkan
 Tujuan MSDM :
untuk meningkatkan kontribusi pegawai terhadap organisasi dalam rangka mencapai produktivitas organisasi yang bersangkutan. Hal ini dapat di pahami karena semua kegiatan organisasi dalam mencapai tujuan, tergantung kepada manusia yang mengelola organisasi yang bersangkutan.
Fungsi MSDM :
§   Staffing/Employment Fungsi ini terdiri dari tiga aktivitas penting, yaitu perencanaan, penarikan, dan seleksi sumber daya manusia. 
§  Performance Evaluation. Departemen sumber daya manusia dan para manajer. Para manajer menanggung tanggung jawab utama untuk mengevaluasi bawahannya dan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengembangkan bentuk penilaian kinerja yang efektif dan memastikan bahwa penilaian kinerja tersebut dilakukan oleh seluruh bagian perusahaan.
§  Compensation. Dalam hal kompensasi/reward dibutuhkan suatu koordinasi yang baik antara departemen sumber daya manusia dengan para manajer.
§  Training and Development. Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk membantu para manajer menjadi pelatih dan penasehat yang baik bagi bawahannya
§  Employe Relations. Dalam perusahaan yang memiliki serikat pekerja, departemen sumber daya manusia berperan aktif dalam melakukan negosiasi dan mengurus masalah persetujuan dengan pihak serikat pekerja.
§  Safety and Health. Setiap perusahaan wajib untuk memiliki dan melaksanakan program keselamatan untuk mengurangi kejadian yang tidak diinginkan dan menciptakan kondisi yang sehat.
§  Personnel Research Dalam usahanya untuk meningkatkan efektifitas perusahaan, departemen sumber daya manusia melakukan analisis terhadap masalah individu dan perusahaan serta membuat perubahan yang sesuai.
Metode efektif dalam MSDM :
§  Refleksi Diri. Sebagai tahap awal dalam pengembangan dan pelatihan SDM, refleksi diri akan menjadi acuan bagi Manajer Personalia dalam memberikan pelatihan dan pengembangan SDM
§  Pengalaman Tim. Interaksi dua orang atau lebih akan memberikan pengembangan dan pelatihan tersendiri bagi SDM dalam sebuah perusahaan.
§  Lingkaran Belajar. Forum group discussion, rapat, maupun pemecahan masalah bersama akan menjadi salah satu metode yang efektif dan efisien bagi pegawai dalam membahas maupun menyelesaikan berbagai permasalahan dan pekerjaan.
§  Seminar. memberikan seminar mengenai skill terkait, knowledge, kapasitas dengan melibatkan banyak pihak
§  Mentoring. Memberikan pelatihan secara personal dengan memberikan feedback, motivasi, membagi pengalaman, maupun proses pembelajaran dengan cara yang lebih intensif. Dalam proses ini lebih pada mengembangkan personal individu dan kapasitasnya.
§  Resources Sharing. Dalam era digital saat ini, sangat penting penggunaan media-media virtual sebagai sumber pembelajaran bagi HR di sebuah perusahaan. Virtual platform yang dapat digunakan seperti webinar, newsletter, blog, maupun sumber informasi mengenai perusahaan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAMBIL KEPUTUSAN