1. Identifikasi
Masalah
Langkah
pertama untuk mengatasi krisis keuangan adalah mengidentifikasi masalah utama
yang menyebabkan kesulitan. Masalah keuangan umumnya merupakan indikasi masalah
yang lebih besar, untuk menemukan solusi jangka panjang harus mengidentifikasi
penyebab sebenarnya. Ide di balik pentingnya mengungkap masalah khusus adalah
mencari solusi permanen.
Buat
Anggaran
Salah
satu cara terbaik untuk mengatasi masalah keuangan adalah membuat rencana
anggaran. Anggaran adalah rencana pengeluaran mingguan, bulanan, atau tahunan.
Rencana anggaran memandu dalam memutuskan pengeluaran untuk hal-hal penting.
Saat membuat anggaran, penting untuk melacak pengeluaran setidaknya selama beberapa
minggu (sebulan adalah yang terbaik) untuk secara objektif melihat di mana, dan
berapa banyak yang dibelanjakan. Setelah mendapatkan angka realistis anggaran,
dapat meninjau anggaran secara kritis. Dan mencari area di mana dapat menghemat
Tetapkan
Prioritas Keuangan
Menentukan
prioritas keuangan sangat penting untuk mengatasi krisis keuangan apa pun.
Prioritas ini membantu untuk membuat keputusan keuangan yang sulit seperti
melunasi tagihan kartu kredit, membayar asuransi, atau menabung untuk perbaikan
rumah. Menetapkan prioritas akan membantu menyelesaikan masalah uang, dan
kembali ke jalur. Prioritas keuangan harus mencakup mencari cara baru untuk
mendapatkan uang, seperti pekerjaan sambilan, dan lain-lain.
Kembangkan
Rencana dan Lacak Kemajuan
Setelah
memiliki ide untuk mengatasi kesulitan keuangan , buatlah rencana yang
realistis untuk mencapai tujuan keuangan pada garis waktu minggu, bulan atau
tahun, dan lacak kemajuan secara terus-menerus. Misalnya, jika sasarannya
adalah membayar utang Rp200.000.000, buatlah rencana dan buat garis waktu
dengan jumlah uang yang akan dibayarkan setiap bulan sehingga dapat melunasinya
dalam jangka waktu yang diinginkan. Setelah berada di jalan untuk mencapainya,
luangkan beberapa menit untuk meninjau progresnya.
2. Perubahan Teknologi yang Terus Meningkat
betapa
cepat dan pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi di masa sekarang. Apa
yang terjadi sekarang juga akan terus berkembang terutama dalam bidang
teknologi. Oleh karena itu, sebagai sumber daya manusia yang bermutu harus
mengikuti perubahan terutama dalam bidang teknologi agar tidak tertinggal
dengan fasilitas teknologi yang terus berkembang dari hari ke hari.
Persaingan
semakin Intensif dan Menjadi Lebih Global
Saat
ini, persaingan sangat tajam dterutama di dunia pekerjaan. Banyak organisasi
yang harus memperbaiki standar kualitasnya demi mengikuti perubahan yang terus
mengejar. Jika dikalahkan oleh perubahan maka akan memaksa sebuah organisasi
menutup usahanya.
Pelanggan
semakin Banyak Tuntutan
Persaingan
yang semakin tajam membuat sebuah organisasi harus selalu membuat inovasi untuk
mempertahankan pelanggan. Organisasi yang tidak lagi mampu memberikan kepuasan
kepada pelanggan, maka pelanggan akan beralih kepada kompetitor lain.
Profil
Demografis Negara Berubah
Kelompok
penduduk tua dan muda berubah dengan akibat kekurangan keterampilan terutama
dalam penggunaan teknologi. Sikap kelompok tua terharap kesempatan kerja
terjadi karena tidak lagi memiliki keterampilan, Sehingga memengaruhi perubahan
yang akan terjadi dalam lingkungan dan kualitas kerja. Perkembangan demografis
akan sangat berpengaruh terhadap pola kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu,
dunia usaha harus mampu menanggulangi masalah tersebut.
Privatisasi
Bisnis Milik Manyarakat Berlanjut
Kecenderungan
yang terjadi dalam dunia bisnis adalah terjadinya privatisasi yang semakin
luas. Dengan privatisasi bisnis, monopoli yang dimiliki sekelompok masyarakat
tertentu menjadi hilang. Privatisasi merupakan kecenderungan baru dunia bisnis
uang akan semakin berkembang. Walaupun kepemilikikan tidak berubah, sistem baru
dibangun untuk menciptakan kompetisi dan tumbuhnya kekuatan pasar yang lebih
besar lagi.
3. Pengetahuan
seseorang dengan orang
lain berbeda-beda, sehingga dengan demikian pengetahuan merupakan kekayaan
mental yang secara langsung atau tidak langsug memperkaya kehidupan manusia.
Pengetahuan dapat diartikan secara luas “mencakup segala sesuatu yang
diketahui”. Pengetahuan (knowledge) merupakan hasil dari tahu, yang
terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap objek tertentu. Sebagian
besar pengetahuan diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan merupakan
pedoman dalam membentuk tindakan seseorang”
Keahlian ialah
suatu kemampuan yang melakukan sesuatu terhadap sebuah peran. Hal itu merupakan
kemampuan yang bisa di pindahkan dari satu orang ke orang yang lainnya.
Dan
cara terbaik untuk mengajarkan sebuah keahlian ialah dengan memecahkan suatu
keahlian tersebut menjadi beberapa langkah. Dan kemudian akan disusun kembali
oleh masing-masing individu, dan untuk mengetahui keahlian dengan pasti ialah
dengan praktik.
Keterampilan adalah kemampuan untuk menggunakan akal, fikiran, ide dan kreatifitas dalam mengerjakan, mengubah ataupun membuat sesuatu menjadi lebih bermakna sehingga menghasilkan sebuah nilai dari hasil pekerjaan tersebut. Setiap orang pasti memiliki keterampilan yang berbeda-beda karena bakat yang dimiliki oleh setiap orang tidak sama
Keterampilan adalah kemampuan untuk menggunakan akal, fikiran, ide dan kreatifitas dalam mengerjakan, mengubah ataupun membuat sesuatu menjadi lebih bermakna sehingga menghasilkan sebuah nilai dari hasil pekerjaan tersebut. Setiap orang pasti memiliki keterampilan yang berbeda-beda karena bakat yang dimiliki oleh setiap orang tidak sama
kompetensi
adalah karakteristik dasar seseorang dan menunjukkan cara berperilaku atau
berpikir, menggeneralisasi situasi, dan bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Karakter kompetensi ini menyangkut motif, sifat, konsep diri, pengetahuan, dan
keterampilan. Kompetensi juga dapat diartikan sebagai karakteristik dasar yang
dapat dihubungkan dengan 2 peningkatan kinerja baik secara individu maupun tim,
yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan dan kemampuan
4. TQC (Total Quality Control) adalah
sistem manajemen yang dinamis yang mengikut sertakan seluruh anggota organisasi
dengan penerapan konsep dan teknik pengendalian kualitas untuk tercapainya
kepuasan pelanggan dan yang mengerjakannya. Dasar Total Quality Control adalah
mentalitas, kecakapan dan manajemen partisipatif dengan sikap mental yang
mengutamakan kualitas kerja. Mentalitas adalah kesediaan bekerja
sungguh-sungguh, jujur dan bertanggung jawab melaksanakan pekerjaannya. Seperti
kita ketahui bahwa TQC sangat diterapkan dalam Teori Kaizen ( Jepang)
MENTALITAS DASAR TOTAL QUALITY CONTROL
Kerjasama dan Partisipasi
Agar
karyawan mengetahui cara-cara dalam membangun sikap mental dasar di lingkungan
pekerjaan masing-masing, tujuannya :
·
Berorientasi kepada tanggung jawab
kelompok
·
Bersedia membuat lebih berpartisipasi
dalam bidang yang berhubungan
·
Menciptakan kesadaran kelompok
·
Dapat saling menghargai antara golongan
dan atau tingkatan
Berorientasi
kepada Mutu
Yang
dimaksud dengan mutu/ kualitas adalah :
·
Disesuaikan dengan permintaan
·
Sistemnya adalah pencegahan, sejak awal
dikerjakan dengan benar
·
Standarnya adalah harus tidak ada
kesalahan
·
Ukurannya adalah biaya untuk mencapai
kualitas
PRINSIP-PRINSIP
KUALITAS
·
Kepuasan pemakai, jadi berorientasi pada
pemakai bukan pada standar
·
Mencakup kualitas dari semua jenis
pekerjaan
·
Merupakan tanggung jawab setiap orang
sehingga sejak awal harus dilaksanakan dengan benar
Pengertian
Kualitas mencakup
·
Produk, orang dan aktivitas
·
Biaya
·
Pengiriman
·
Keselamatan, dan
·
Moral
SISTEM MANAJEMEN TOTAL QUALITY
CONTROL
Sistem
manajemen Total Quality Control meliputi apa yang dimaksud dengan sistem
manajemen, kebijakan manajemen, proses kerja gugus TQC, tujuan gugus kerja TQM
dan program TQM.
Yang
dimaksud sistem manajemen :
·
Untuk
mengetahui pengetahuan/konsep standar dan sistem manajemen seutuhnya
·
Dapat
memilih cara penerapan yang paling tepat dan efektif
· Sistem
manajemen memilih tiga tingkat aktivitas sesuai dengan struktur piramidal organisasi dan setiap jenjang memiliki tugas membantu penerapan TQC sesuai
dengan fungsinya masing-masing
Kebijakan
Manajemen
· Dukugan
dari manajer puncak dalam menetapkan kebijaksanaan dan memberi pengarahan
·
Dukungan
dari manajer menengah untuk berperan serta dalam TQC
·
Pengawasan
melekat harus diterapkan oleh setiap atasan/sub unit/ kelompok kerja dengan
cara yang benar, agar kesalahan dapat diketahui sedini mungkin
Proses
Kerja Gugus TQC
·
Pengajuan
masalah
·
Analisis
permasalahan
·
Mencari
pemecahan masalah
·
Presentase
pada pihak manajer, serta
· Manajer
akan meninjau, menelusuri atau meminta tindak lanjut dari presentasi yang
dimaksud.
Pelaksanaan
Program TQC
Dalam
pelaksanaan program TQC terdapat dua hal yang harus diperhatikan agar TQC dapat
sukses yaitu dari sisi karyawan dan manajer.
Dari
sisi karyawan : Menciptakan suasana yang cocok, Saling memberi informasi dan
berkomunikasi, Dijadikan program suka rela, Memberi pengarahan dan latihan,
Bersikap terbuka dan positif, Menyediakan waktu, sarana, fasilitas dan dana
Dari
sisi Manajer : Mengajukan dan menjelaskan program TQC kepada pucuk pimpinan,
Menjelaskan tujuan dan hasil yang akan dicapai, Mendapat dukungan dari Pucuk Pimpinan
5. Benchmarking
adalah suatu proses mengidentifikasikan “praktek terbaik” terhadap dua produk
dan proses produksinya hingga produk tersebut dikirimkan. Benchmarking
memberikan wawasan yang diperlukan untuk membantu manajemen dalam memahami
proses dan produknya baik dengan cara membandingkannya dengan Industri yang
serupa maupun dengan Industri yang berbeda. Benchmarking dalam bahasa Indonesia
sering disebut dengan Tolok Ukur atau Patokan.
Tujuan utama
dari Benchmarking adalah untuk memahami dan mengevaluasi proses ataupun produk
saat ini sehingga menemukan cara atau
“Praktek Terbaik” untuk meningkatkan proses maupun kualitas produk.
Benchmarking dapat dilakukan untuk proses produksi, produk, jasa maupun sistem
dalam suatu organisasi.
TAHAPAN PROSES
BENCHMARKING
Proses
Benchmarking merupakan proses yang melihat keluar (produk lain, organisasi
lain, sistem lain) untuk mengetahui bagaimana orang lain mencapai tingkat
kinerja mereka dan memahami proses kerja yang mereka gunakan. Dengan demikian,
Benchmarking dapat menjelaskan apa yang terjadi dibalik kinerja baik proses
ataupun produk yang dibandingkan. Jika diterapkan dengan tepat, Benchmarking
dapat membantu suatu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasinya
ataupun proses produksinya. Terdapat 4 tahapan penting dalam menerapkan
Benchmarking :
·
Memahami
secara detail proses produksi atau produk saat ini.
·
Menganalisis
proses produksi atau produk lainnya yang berkinerja baik.
·
Membandingkan
proses produksi atau produk sendiri dengan proses produksi atau produk yang
berkinerja baik.
· Menerapkan
langkah-langkah perbaikan yang diperlukan untuk mendekati proses produksi
ataupun produk yang berkinerja baik tersebut.
JENIS-JENIS BENCHMARKING
Benchmarking dapat dilakukan secara
Internal yang membandingkan kinerja beberapa kelompok atau tim di dalam
Organisasi ataupun secara Eksternal yang membandingkan kinerja suatu organisasi
dengan organisasi lainnya atau antar Industri. Benchmarking dapat dibedakan
menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah :
· Strategic
Benchmarking, yaitu Benchmarking yang mengamati bagaimana orang atau organisasi
lain mengungguli persaingannya.
· Process
Benchmarking, yaitu Benchmarking yang membandingkan proses-proses kerja.
· Functional
Benchmarking, yaitu Benchmarking yang melakukan perbandingan pada Fungsional
kerja tertentu untuk meningkatkan operasional pada fungsional tersebut.
Performance Benchmarking, yaitu
Benchmarking yang membandingkan kinerja pada produk atau jasa.
· Product
Benchmarking, yaitu Benchmarking yang membandingkan produk pesaing dengan
produk sendiri untuk mengetahui letak kekuatan (Strength) dan kelemahan
(Weakness) produknya.
· Financial
Benchmarking, yaitu Benchmarking yang membandingkan kekuatan finansial untuk
mengetahui daya saingnya.
Komentar
Posting Komentar